Hidup itu seperti teka-teki, terdiri dari kecerdikan, kepiawaian dan hoki. Secara teoritis, hal yang paling penting dalam hidup itu adalah kejujuran. Ketika ujian,guru selalu berkata ” kerjakan ujian nya sendiri, jangan menyontek, lihat catatan, apalagi sampai melihat pekerjaan teman”. Dan sebelum ujian, pada pertemuan terakhir pelajaran di kelas, guru juga selalu mengingatkan, “jangan lupa belajar untuk ujian, agar mendapatkan nilai yang memuaskan”. Motivasi positif. :)
Kebanyakan pelajar, entah datangnya dari mana, apa mungkin sudah bakat sejak lahir untuk menomor duakan kejujuran. Tepatnya saat ujian. Dan mirisnya, mereka mengatakan “solidaritas pertemanan di uji saat ujian”. Demi nilai bagus, apapun dilakukan. Secara luasnya dapat dikatakan, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuannya. Kalo di pikir-pikir, nilai bagus tapi skill NOL buat apa. Nilai bagus menjamin bakal di kenal sebagai yang paling pinter di kelas, memang. Di kenal ama guru atau dosen, memang. Tapi, nilai bagus ngga menjamin masuk syurga.. :D
Dosen saya pernah berkata, “yang saya nilai itu bukan hasil akhirnya, tapi prosesnya. Bagaimana usaha anda untuk menyelesaikannya”. Sungguh bijaksana, bukan? Sudah jadi rahasia umum di kelas, hasil akhir bisa dimanipulasi, copy-paste-tekan F2,selesai.